Empati dan Kepemimpinan

Tak lama lagi calon presiden terpilih dari hasil pemilu kemaren akan resmi menjadi presiden. Angan-angan yang ada di benakku sebagai seorang warga negara adalah mempunyai seorang pemimpin yang genius, kaya, berakhlak dan berempati. Pemimpin yang genius diharapkan bisa membuat negara kita ini lebih maju, kaya diharapkan tidak akan lagi pemikiran ingin menumpuk harta yang ujungnya adalah korupsi, berakhlak baik diharapkan bisa menjadi pemimpin yang bijak dan bisa berempati diharapan dapat mengambil keputusan yang tepat dan adil.
Empati dan Kepemimpinan

Definisi empati adalah kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasa simpatik dan mencoba menyelesaikan masalah, dan mengambil perspektif orang lain (wiki). Pemimpin yang bisa berempati secara baik diharapkan mampu mengambil keputusan yang tidak hanya menguntungkan bagi kelompok masyarakat tertentu seperti contoh menguntungkan bagi masyarakat miskin saja, masyarakat kaya saja, pegawai negeri saja, pengusaha saja atau etnis-etnis dan suku tertentu dan lain sebagainya. Dengan berempati juga diharapkan pimimpin bisa mengambil langkah-langkah membuat negara ini lebih maju tanpa mengorbankan yang lain baik itu masyarakat maupun lingkungan.

Memang, tidaklah mudah menjadi pemimpin yang perfect dan/atau mencari pemimpin yang perfect seperti itu. Jangankan pemimpin, sebagai warga saja kita tidak mudah untuk menjadi warga yang baik. Seandainya para pimimpin dan warga sama-sama mempunyai empati yang baik, InsyaAllah negara ini akan selalu damai dan rukun.

Response to "Empati dan Kepemimpinan"

Post a Comment