Tips Membeli dan Merawat UPS

Uninterruptible Power Supply atau biasa kita sebut UPS adalah perangkat yang biasanya menggunakan baterai backup sebagai catuan daya alternatif (Wikipedia).  UPS yang akan kita bahas adalah UPS yang sering kita kenal untuk menyediakan listrik tambahan untuk perangkat komputer, selain itu masih ada UPS home untuk menyediakan listrik untuk kebutuhan rumah.

Fungsi utama UPS tersebut adalah untuk memberikan energi listrik sementara kepada perangkat komputer ketika terjadi kegagalan daya pada listrik utama sehingga pengguna mempunyai kesempatan untuk membackup data. Rata-rata UPS dapat membackup atau mampu memberikan cadangan energi listrik sekitar 15 sampai 30 menit tergantung beban. Selama listrik dibackup oleh UPS, pengguna mempunyai kesempatan membackup data dan menghidupkan menyalakan sumber listrik lain seperti genset jika ada, atau mematikan perangkat komputer sesuai prosedur (shutdown).

Tips Membeli dan Merawat UPS

Fungsi lain UPS pada umumnya adalah menstabilisasi tegangan ketika terjadi perubahan tengangan dari input (PLN) sehingga output yang didapat oleh perangkat komputer adalah tegangan yang stabil. Mesipun begitu, dari segi merk dan harga yang berbeda tentu kualitasnya juga berbeda.

Beberapa tips membeli UPS

  • Pastikan UPS yang akan Anda beli mempunyai daya yang lebih besar dari kebutuhan Anda seperti jumlah total daya untuk memasok kebutuhan daya CPU beserta Monitor dan perangkat lain jika ada. Konsultasikan kepada pemilik toko.
  • Jika Anda membeli UPS analog, usahakan mengukur tegangan out yang keluar dari UPS, ukur tegangan pada posisi PLN ON dan PLN Off. Tak jarang tegangan output yang keluar jauh melebihi atau dibawah standard output voltage yang tercantum dalam spesifikasi UPS yang bersangkutan. Tegangan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dari yang semestinya tentu tidak baik bagi "kesehatan" pada perangkat beban dan UPS itu sendiri. 
  • Ukur tegangan dari kabel yang masuk ke baterai "jika memungkinkan". Kenapa saya katakan jika memungkinkan? Karena hampir tidak mungkin untuk unit UPS baru dibolehkan membuka segel garansi untuk mengukur kabel didalamnya. Akan tetapi, hal ini juga menjadi sedikit penting karena keawetan baterai juga tergantung pada suply tegangan yang masuk. Hampir semua batre yang digunakan berukuran 12V, hasil pengukuran yang didapat sebaiknya toleransi antara 13.5 - 14.5V DC. Tegangan yang terlalu tinggi biasanya membuat baterai cepat menggelembuh dan akhirnya drop, sedangkan tegangan yang terlalu rendah membuat baterai lama terisi penuh atau bahkan tidak dapat terisi. Ini berlaku untuk UPS yang memakai 1 baterai atau 2 baterai lebih yang terpasang secara paralel, untuk 2 baterai atau lebih yang terpasang secara seri berlaku kelipatannya.
  • Usahakan membeli UPS yang dilengkapi dengan stabilizer (AVR) dan Fuse berkualitas, sehingga terjadi perubahan daya dari PLN yang terlalu ekstrim tidak akan merusak komponen perangkat komputer maupun UPS itu sendiri.
  • Pilih UPS yang mempunyai transfer time rendah (contoh: 2.0 - 2.5 ms) sehingga perangkat komputer tidak akan mengalami restart ketika terjadi pergantian daya (listrik mati dan/atau listrik menyala)

Beberapa Tips Pemakaian UPS

  • Pastikan Anda mencharge dahulu selama kurang lebih 8 sampai 12 jam tanpa beban. Hal ini berlaku juga ketika suatu saat Anda mengganti baterai yang rusak dengan yang baru.
  • Hindari beban yang berlebihan. Beban yang melebihi batas kemampuan dari UPS (lihat spesifikasi yang tercantum) disamping membuat baterai cepat rusak juga akan membuat komponen UPS overheat dan ujung-ujungnya adalah komponen didalam UPS akan terbakar.
  • Usahakan jangan sampai kehabisan baterai saat UPS melakukan backup (listrik padam).
  • Lakukan kalibrasi secara berkala semisal 3 bulan sekali biarkan UPS membackup sampai baterai habis. Untuk yang satu ini masih banyak kontrofersi, ada yang berpendapat hal ini bisa membuat baterai lebih awet ada pula pendapat yang mengatakan percuma saja atau bahkan justru sebaliknya membuat umur baterai cepat rusak. Saya sendiri berpendapat bahwa hal ini sekedar placebo.
  • Gunakan sesuai kebutuhan. Cabut kabel dari PLN dan matikan UPS jika tidak dipakai dalam jangka waktu yang lama. Dan jika UPS tidak dipakai terlalu lama sampai berbulan-bulan, usahakan mencharge sampai penuh setidaknya setiap 3 bulan sekali.
  • Hampir semua perangkat listrik menghasilkan panas, maka dari itu usahan menaruh UPS di tempat terbuka. Jika suhu UPS terasa terlalu panas dari biasanya meskipun sirkulasi udara tidak tertutup dan beban tidak melebihi aturan, konsultasikan ke teknisi atau toko tempat Anda membeli.
  • Tips terakhir, segera ganti baterai jika sudah rusak dan jangan dibanting. LOL

Response to "Tips Membeli dan Merawat UPS"

Post a Comment